LIMBAH PT ANTAM CEMARI LAUT PAKAL

      Tak ada komentar pada LIMBAH PT ANTAM CEMARI LAUT PAKAL

MABA – Laut di sekitar Pulau Pakal Halmahera Haltim (Haltim) kondisinya saat ini sudah tercemar dengan limbah yang diduga berasal dari aktivitas ekplorasi PT Aneka Tambang (Antam) di Pulau itu.

Pencemaran ini terjadi akibat jebolnya tempat penampungan limbah milik perusahaan pelat merah itu pada Juli lalu. Pantauan koran ini terlihat air laut di sekitar pulau itu sudah berubah warna menjadi kecoklatan.

Menurut para nelayan yang ditemui menuturkan kondisi laut ini memang akibat jebolnya tanggul milik PT Antam di pulau itu yang terjadi pada Juli lalu hingga menyebabkan cairan limbah pun meluber ke laut.

Padahal, di sekitar pulau itu merupakan fishing ground atau daerah penangkapan ikan oleh nelayan setempat. Karenanya, mereka menuturkan akibat dari limbah PT Antam ini membuat hasil tangkapan mereka dalam dua bulan terakhir menurun drastis.

“Akhir-akhir ini, memang hasil tangkapan sudah berkurang, banyak ikan yang lari karena airnya sudah tercemar,” ujar Isra, salah satu nelayan setempat.

Informasi yang diperoleh koran ini, jebolnya tempat penampungan limbah ini diduga akibat system penampungan limbah yang dibuat tidak sesuai syarat. Dimana, limbah-limbah hasil ekplorasi nikel itu ditampung dalam sebuah kubangan lubang yang digali berada tak jauh dari bibir pantai.

Meski saat ini oleh pihak PT Antam telah dilakukan perbaikan dengan menutup lubang yang jebol, namun menurut warga, tempat penampungan limbah itu rawan jebol lagi apalagi saat hujan deras turun.

Sejauh ini menurut warga sekitar pulau yang luasnya seperti pulau Maitara itu, pasca jebolnya tempat penampungan limbah itu sampai saat ini pihak Pemda Haltim belum turun ke lapangan mengecek dampak pencemaran maupun memberikan teguran kepada PT Antam.

Terpisah, General Menejer (GM) PT Antam Bambang Trisilo Cahyao yang dihubungi mengakui kalau tempat penampungan limbah di pulau Pakal itu sempat jebol. Namun, dia berdalih, jebolnya tanggunhg itu lebih diakibtakan karena faktor alam bukan kesengajaan.

“Rencananya kita akan memperbaiki kembali penampungan limba tersebut,” katanya.

Sumber: https://www.facebook.com/Koran-Radar-Halmahera-141089249266234/?hc_ref=PAGES_TIMELINE&fref=nf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *